SELAMAT DATANG DI GREAT BUTON WEBLOG

Weblog ini akan memperkenalkan kepada anda tentang keeksotikan daerah-daerah di Buton dari sisi kebudayaan, tradisi, kesenian, dan alam. Buton yang dimaksud ialah Buton secara umum yang meliputi Kota Baubau, Kabupaten Wakatobi, Kabupaten Buton, dan Kabupaten Buton Utara di Provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia.
| 1 komentar ]


Di masa pemerintahan Sultan Syakiyuddin Darul Alam atau yang juga dikenal dengan nama sultan Laelangi, banyak melakukan pembangunan salah satunya adalah pada Benteng Keraton terdapat Baruga. Baruga pada zaman dahulu pemerintahan Sultan Syakiyuddin Darul Alam berfungsi sebagai tempat bekumpul para sultan untuk melakukan upacara ataupun untuk membahas maslah-masalah Ekonomi, Politik dan lain-lain.

sumber artikel: http://sammunawir.blogspot.com

| 0 komentar ]


Dahulu ada sembilan orang Wali yang di kirim oleh Rasul untuk menyebarkan Islam. Salah satunya adalah Syekh Abdul Wahid dengan salah satu muridnya bernama "Mujina" beliau yang menyebarkan Islam yaitu di Burangasi sebagai wilayah pertama masuknya Islam di pulau Buton.
Pada masa pemerintahan Sultan ke-29, Mujina menjadi salah satu penyebar Islam yang diperintahkan oleh sultan dan beliau juga pernah mengikuti perang melawan Tobelo. Mujina adalah seorang perempuan dengan ciri-ciri fisik putih berikat sanggul di kepala dan silsilahnya berhubungan dengan sultan ke-29. Beliau juga suka memakai jubah berwarna biru dengan kain selempang, memakai pedang dan berkuda.
Turunannya dari sultan 17-29, warna kesukaanya warna kuning emas campur merah dan itulah yang merupakan simbol dari tempat duduknya berbentuk tiga lekungan. Hanya saja di saat Istana/Keraton mengalami perpindahan dari keraton lama ke keraton baru yaitu dimasa kekuasaan Sultan Murhum, semua benda milikinya hilang begitu saja bersama dengan keraton lama.
Makam Mujina kalau ini bertempat di kelurahan Melai, Kota Baubau dan berada di dalam area perumahan masyarakat Melai. Di dalam area tersebut terdapat banyak makam dan salah satunya adalah makam Mujina Kalau, yang dibatasi dengan pagar beton dengan lambang berciri khas Rumah Baruga tepat diatas pintu masuk area pemakaman beliau.

sumber: http://sammunawir.blogspot.com

| 0 komentar ]


La Ibi atau Pouta Masabuna Yi Walalengke atau Sultan Nasiruddin memerintah pada tahun 1709 – 1711 Masehi. Di riwayatkan Sultan Nasiruddin sebenarnya berat menerima jabatan sebagai Sultan. Beliau terpaksa menerima jabatan itu demi kehormatan kaumnya yaitu aliran bangsawan Tanai Londu. Makamnya dapat dijumpai di Kompleks Keraton Buton.

Sumber: http://sammunawir.blogspot.com

| 0 komentar ]


Asal mulanya Bendera Kerajaan Buton (Longa-longa), dan Longa-longa sebutan akrab penduduk setempat Keraton. Longa-longa sudah di kibarakan sejak Raja Pertama Buton yaitu Raja Wakaaka (Seorang wanita dari Tiongkok yang diangkat menjadi raja).
Panjang Longa-longa kurang lebih 5 M dan lebarnya 1 M. Konon ceritanya, Longa-longa di kibarkan pada saat jatuhnya tahta atau upacara adat yang akan di laksanakan .
Longa-longa di buat sebelum Islam (Agama yang kita anut sekarang ini) masuk di dalam kerajaan Buton (yangkemudian ditandai dengan terbentuknya Kesultanan Buton).
Sampai saat ini, belum ada yang tahu siapa yang membuat Bendera Longa-longa tersebut (Bendera Kerajaan Buton).

Sumber: http://sammunawir.blogspot.com

| 0 komentar ]


Sultan Murhum adalah raja terakhir Kerajaan Buton sekaligus sultan pertama dalam Kesultanan Buton. Makam Sultan Murhum, Sultan Buton I terdapat di dalam Benteng Keraton Buton di Kota Baubau. Lokasi makamnya terletak di bukit kecil pada kompleks Benteng Keraton Buton.

Sumber: http://www.kabarindonesia.com

| 0 komentar ]


Gua ini terletak hanya sekitar 1 km dari tepi jalan kabupaten. Gua ini terletak pada dinding sebuah gunung karts. Untuk mencapai mulut gua wisatawan harus memanjat dinding tebing yang cukup terjal dengan ketinggian ± 100 meter


sumber: http://tukangngegame.blogdetik.com