SELAMAT DATANG DI GREAT BUTON WEBLOG
Wabula merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Buton yang memiliki segudang potensi wisata yang sangat menarik. Selain menyimpan eksotika wisata bawah lautnya, di Wabula juga terdapat beberapa pantai yang sangat unik dan indah, salah satunya yakni pantai lahunduru yang terletak di daerah paling ujung dari Kecamatan Wabula dan berjarak sekitar 26 Km dari Ibukota Kabupaten Buton.
Keunikan dari pantai lahunduru dibandingkan pantai-pantai lainnya yakni adanya ribuan keong yang menghuni pantai ini. Jika di sebagian besar pantai lain yang tersisa dari keong hanyalah cangkangnya namun tidak demikian dengan pantai lahunduru ini.
Di pantai ini ribuan keong hidup mengitari tepian pantai, jika diibaratkan manusia keong-keong ini merupakan penduduk asli yang menghuni dan menguasai pantai ini. Kebanyakan dari keong-keong ini bentuknya cukup kecil dan tidak lebih dari ibu jari orang dewasa serta menyebar di seluruh tepian pantai. Oleh sebab itu kita harus sedikit berhati-hati ketika berjalan di sepanjang pantai ini.
Keunikan lain dari pantai lahunduru yakni di daerah ini tidak memperbolehkan semua orang untuk memancing ikan di tempat ini, sebab kawasan laut lahunduru merupakan wilayah konservasi adat Desa Wasuemba Kecamatan Wabula yang oleh masyarakat adat setempat di sebut dengan daerah “OMBO”.
Itulah sebabnya keindahan pantai dan terumbu karang serta ekosistem dipantai dan laut Lahunduru masih asli dan tetap terjaga. Pemberlakuan daerah “OMBO” di laut lahunduru sudah berlangsung lama dan inilah yang menjadi alasan Bupati Buton, Samsu Umar Abdul Samiun untuk menjadikan daerah Lahunduru menjadi daerah destinasi wisata di Kecamatan Wabula. Menurut Bupati Buton jika Pantai lahunduru di kelola dengan baik, kedepan di prediksi akan menjadi salah satu destinasi wisata andalan dari Kabupaten Buton.
(www.butonkab.go.id)
Read more: http://www.butonpos.com/suara-buton/pantai-lahunduru-destinasi-wisata-wabula#ixzz3oZI0ojHT
Bagi para wisatawan yang ingin menikmati permandian indah, natural dan sejuk, hanya terdapat di Kelurahan Watumotobe, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton. Jarak tempuhnya pun tidak terlalu jauh, hanya sekitar 1,5 jam sudah tiba di lokasi, karena jaraknya sekitar 45 kilo meter dari Kota Baubau. Tujuan awalnya tempat ini sebenarnya adalah bendungan untuk pengairan sawah warga sekitar, namun sekarang sudah jadi multi fungsi, diantaranya pengairan, piknik, mencuci dan kegiatan lainnya.
Tempat rekreasi yang multi fungsi ini, memiliki air yang jernih, nampak berwarna hijau, serta memiliki mata air yang selalu mengalir. Saking jernihnya, kita bisa melihat tumbuhan air di dasar kolam. Airnya dibendung dalam sebuah kolam, sebelum akhirnya dilepaskan ke kanal-kanal kecil yang mengairi sawah di sekitarnya.
Bahkan baru sekitar satu tahun, di tepi kolam telah dibangun beberapa gazebo dan tempat peristirahatan. Belum lengkap rasanya bila ke bendungan ini sebelum menikmati mata air panas yang tidak jauh dari bendungan ini.
Maka itu, Pemerintah Kecamatan Kapontori dan Pemerintah Kabupaten Buton agar bisa memikirkan regulasi baru untuk pengelolaan tempat rekreasi multi fungsi ini, agar lebih baik, sehingga bisa menjadi tempat andalan wisata, dan sebagai sumber pendapatan daerah.
Apalagi saat ini Pemkab Buton lagi gencar-gencarnya mempromosikan potensi yang ada di daerah penghasil Aspal ini, utamanya dalam bidang pariwisata dan budaya. Semoga diperhatikan!
Sumber: http://www.butonpos.com/suara-buton/ingin-rekreasi-kapontori-miliki-permandian-indah#ixzz3oZH7kDVS
Sumber
sumber
Jika anda berkunjung di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), tidak ada salahnya jika mencoba wisata alam, Goa Wamose di Desa Benteng, Kecamatan Lasalimu. Konon kabarnya, goa ini merupakan tempat persembunyian Sultan berserta masyarakat dari kejaran musuh di jaman kesultanan dulu. Untuk bisa menikmati wisata Goa Wamose ini, bisa di tempuh dengan perjalanan 3 jam dengan menggunakan alat transportasi darat ke Desa Benteng. Kemudian setibanya di Desa benteng, anda diharuskan berjalan kaki sekitar 500 meter, dengan mendaki bukit untuk mencapai pintu goa. Pintu goa yang terbuka lebar, di dalamnya terdapat, beberapa ornamen mirip tempat duduk. Selain itu, suara ribuan makhluk malam yaitu kelelawar membuat suasanya hati semakin berdecak kagum. Konon kabarnya tempat ini merupakan tempat persembunyian raja, dimana raja membawa serta masyarakat untuk berlindung dari kejaran musuh. Di dalam goa, terdapat beberapa pintu dan ruang-ruang kosong yang bisa memuat hingga ribuan orang di dalamnya. Lokasi yang berkelok-kelok dan tempat yang sangat tersembunyi, wajar jika membuat musuh tidak bisa menemukan tempat ini. T
empat ini tidak begitu banyak yang tahu, apalagi para pendatang. Namun, jika anda ingin berwisata alam bisa di temani oleh warga di sekitar
Sumber Berita: http://kabarpena.com/berita-wisata-alam-goa-wamose.html#ixzz2iH7Rlmei
Merupakan hutan hujan tropis yang belum tersentuh, dan menjadi rumah bagi spesies endemik seperti anoa, macaque, tarsius, kuskus dan beberapa jenis burung. Saat ini sumber daya alam yang eksotis ini pengelolaannya menjadi tanggung jawab Operation Wallacea.
Sumber: http://butonkab.go.id
Lokasi ini merupakan pusat budidaya kerang mutiara yang produk utamanya adalah dua jenis mutiara standar internasional, yaitu Pinctada Maxima (mutiara bulat utuh) dan Pteria Penguin (mutiara setengah bulat). Anda bisa melihat langsung proses budidaya mutiara di lokasi ini. Berjarak 20 kilometer dari kota Baubau.
Sumber: www.osiymobaubau.com
sumber: www.osiymobaubau.com
Terletak sekitar 18 kilometer dari pusat kota Baubau di Kecamatan Bungi. Spot ini sangat menarik untuk aktifitas snorkeling dan terutama pecinta selam. Anda ditantang untuk menikmati aneka terumbu karang dengan berbagai spesies ikan.
sumber: www.osiymobaubau.com
Puncak yang terbentuk dari karang alami ini perlahan tapi pasti mendapatkan perhatian dari masyarakat sekitar, dan rata-rata tak kurang dari 100 orang mengunjungi tempat yang selain menyewakan gazebo dan pondok ini juga menjual makanan dan minuman. Nama Mardadi sebetulnya diambil dari nama daerah keramat yang berada tak jauh dari Puncak. Dari kejauhan, Puncak Indah Mardadi (PIM) ini terlihat seperti sebuah kapal dengan buritan kapal yang menghadap ke arah timur sehingga bagian depan dilengkapi dengan beberapa kanopi tempat anak muda bercengkerama sambil menikmati matahari terbenam. PIM pun dipercantik dengan aksesoris jangkar raksasa yang digantung di bagian depan sehingga memperkuat citra tempat ini sebagai puncak karang alami yang menyerupai sebuah kapal.
sumber: aci.detik.com

Kota Bau-Bau kian hari semakin berkembang, seiring ekonominya yang semakin meningkat tentu kebutuhan warganya akan tempat rekreasi pun semakin meningkat. Salah satu alternatif tempat wisata di Bau-Bau adalah pemandian Bungi.
Sebetulnya tempat ini hanyalah tempat warga sekitar melakukan aktivitasnya yang berkaitan dengan kebutuhannya akan sebuah sungai. Tapi lama kelamaan seiring meningkatnya keinginan warga untuk mendapatkan tempat wisata yang baru, beberapa tahun belakangan ini tidak hanya warga setempat tapi juga dari wilayah lain di Bau-Bau juga mengunjungi tempat ini sehingga secara perlahan tempat ini dikenal sebagai salah satu tempat wisata di Bau-Bau.
Pada sore hari dan musim liburan biasanya banyak warga yang datang untuk menikmati Pemandian Bungi ini. Alasan lain warga berkunjung ke tempat ini adalah sebagai alternatif bagi warga yang kurang berkenan dengan keramaian di Air Terjun Tirta Rimba karena jarak kedua tempat ini yang berdekatan. Selain itu pemandian yang terletak di Kecamatan Bungi Kota Bau-Bau tidak memungut biaya sama sekali kepada pengunjung, lagi-lagi biaya menjadi faktor utama dalam pariwisata di Indonesia.
sumber: aci.detik.com

Orang Bau-Bau menyebut air terjun sebagai air jatuh, sedangkan yang dimaksud air jatuh disini adalah Air Terjun Tirta Rimba. Tidak banyak memang air terjun di kota ini, dan Tirta Rimba merupakan salah satu yang paling populer bagi warga sekitar.
Air Terjun yang merupakan aliran Sungai Kokalukuna ini mempunyai ketinggian hanya sekitar 6 meter dengan lebar aliran sungai sepanjang kurang lebih 5 meter. Air mengalir dari atas melalui batu-batu besar menuju kolam yang telah dibentuk dengan ukuran sekitar 10x7 meter lengkap dengan papan tempat meluncur layaknya kolam renang. Tempat ini menjadi favorit terutama bagi anak-anak dan biasanya dikunjungi pada hari libur, sehingga bila berkunjung pada hari kerja suasana sepi dan damai akan kita dapatkan disana karena hanya terdapat beberapa pengunjung saja.
Air Terjun yang terletak 4 km dari kota Bau-Bau ini menjadi favorit warga sekitar karena selain letaknya yang strategis juga murah meriah. Pengunjung hanya dikenakan tarif sebesar Rp.2.000 dan bahkan pada saat di luar musim liburan pengunjung tidak dikenakan tarif sepeser pun. "Biasanya hanya hari libur saja ada yang jaga dan mengutip (memungut uang retribusi), itu pun tidak tentu kadang dari Dispenda, kadang dari Kehutanan, kadang dari instansi lainnya", tutur salah satu warga yang sering berkunjung ke sana.
Cara terbaik untuk menikmati Air Terjun Tirta Rimba ini adalah dengan berdiri di bawah aliran air dekat batu-batu besar, karena airnya tidak terlalu deras sehingga cukup nyaman untuk berdiri di bawahnya. Air di sini juga sangat jernih karena memang tempat ini merupakan salah satu daerah konservasi yang berada dalam pengawasan Kementerian Kehutanan. Beberapa meter dari air terjun ini telah dibangun saluran khusus yang dibentuk sedemikian rupa sehingga mirip aliran sungai alami yang berundak-undak dan ketika musim hujan tiba, seluruh aliran tersebut tertutupi air sehingga musim hujan terkadang menjadi waktu terbaik untuk mengunjungi Air Terjun Tirta Rimba.
sumber: aci.detik.com
Samparona yang terletak di Desa Kaesabu Kecamatan Sorawolio, Kota Baubau telah menjadi tempat pelaksanaan Perkemahan Putri Nasional (Perkempinas) I dan telah masuk ke dalam kategori standar Nasional yang dapat menampung 1500 peserta pramuka.
Lokasi ini sebelumnya merupakan areal hutan pinus. Dengan dijadikannya tempat ini sebagai kawasan perkemahan, selain dapat digunakan sebagai tempat rekreasi juga dapat dimanfaatkan sebagai arena outbond training.Topa adalah sebuah kampung antara Pantai Nirwana dan Pantai Lakeba. Tempat ini berada di dekat Bandara Betoambari, Kota Baubau. Para masyarakat setempat menyebut tempat yang baru saja rampung ini dengan sebutan Pantai Topa. Di sini pengunjung dapat menikmati keindahan laut dan juga tentunya berenang.


Danau Tei Lalo menjadi salah satu obyek wisata kebanggaan masyarakat Kadatua. Jauh dari bibir pantai, dengan mengandalkan pasang surut air laut, menjadikan danau berbentuk telapak ini menambah khazana obyek wisata di Kecamatan Kadatua, Kabupaten Buton. Jarak ratusan meter dari bibir pantai dengan sumber air yang bergantung pada pasang surutnya air laut membuat masyarakat Kadatua mensakralkan lokasi tersebut. Sesuai dengan namanya, Tei Lalo dengan sumber mata air yang berasal dari laut, rasa air danau tei lalo sama dengan asinnya air laut. Bentuknya yang mirik tapak kaki, danau tei lalo dikisahkan masyarakat Kadatua bahwa danau tersebut merupakan jejak atau tapak kaki orang-orang terdahulu saat menginjakan kakinya di pulau tersebut. Sejumlah pohon beringin yang tumbuh dengan rindangnya dibibir danau membuat suasana menjadi sejuk saat menikmati panorama danau yang tidak jauh dari Kantor Camat Kadatua ini. Hidup berbagai jenis ikan dan penyu atau kura-kura danaui ini menjadi menarik untuk jadi obyek wisata alam Kadatua. Sebagai obyek wisata yang belum dikenal dimasyarakat luas, danau tei lalo masih dikunjungi masyarakat sepulau Kadatua. Danau ini mulai ramai pengunjung saat lebaran. Untuk masayarakat Kadatua, danau tei lalo memiliki fungi ganda selain obyek wisata juga sebagai lokasi latihan olahraga renang. Tidak heran, sejumlah atlit renang Kadatua mampu mengharumkan nama Kabupaten Buton pada iven-iven olahraga renang baik ditingkat provinsi maupun skala nasional.
Pantai Waara dekat kawasan Pelabuhan feri Wamengkoli menyimpan potensi menjadi tempat wisata jika dikelolah dengan baik. Hal ini terlihat dari kondisi pantai dengan pasir putih serta air yang bening ditambah lagi terumbu karang yang ada di pantai tersebut punya daya tarik tersendiri. Setiap penumpang yang sedang menunggu feri pasti menyempatkan untuk pergi ke pantai tersebut apalagi jaraknya yang berdekatan dengan Pelabuhan feri. Ikan-ikan yang terdapat di kawasan pantai tersebut juga beragam dan unik. Rata-rata orang yang datang di pantai itu penumpang feri yang menghilangkan kejenuhan menunggu feri yang belum datang. Suasana di pantai ini sangat menyenangkan dan cocok sekali menjadi tempat bersantai. Apalagi pemandangan disekitar pantai cukup indah.



















