Selasa, 04 Oktober 2011

SORAWOLIO


Daerah ini dikenal dengan salah satu kawasan penutur bahasa Cia-Cia.  Bahasa ini merupakan rumpun bahasa  Austronesia yang banyak digunakan di daerah Kecamatan Sorawolio, seperti Karya Baru, Bugi dan Gonda Baru.  Pada tahun 2009, bahasa Cia-Cia mendapat sorotan media internasional karena anak-anak di kota ini telah mulai diajarkan bahasa Cia-Cia dengan menggunakan aksara Korea Hangul, dan Pemerintah Kota Baubau tengah mengadakan penjajakan terhadap adanya kemungkinan menjadikan aksara Hangul ini sebagai aksara resmi bahasa Cia-Cia.  Sebenarnya, bahasa Cia-Cia digunakan disekitar kawasan Sulawesi Tenggara, khususnya di daerah Buton selatan, Pulau Binongko, dan Pulau Batu Atas.  Dialek Wolio, yang merupakan penutur mayoritas masyarakat Kota Baubau, tidak lagi digunakan sebagai bahasa tulis untuk bahasa Cia-Cia oleh karena menggunakan aksara Arab, sedangkan aksara resmi yang digunakan oleh orang Indonesia secara umum adalah aksara Latin.  Dialek-dialek utama komunitas bahasa Cia-Cia adalah Kaisabu, Sampolawa, Laporo (Mambulu), Wabula  (beserta sub-dialeknya), dan Masiri.  Diantara dialek utama ini, dialek Masiri memiliki jumlah kosa kata yang terbanyak.

Sumber: www.osiymobaubau.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar