
Sekitar 8.000 hektare areal hutan bakau dari 25.000 hektare luas hutan di Kabupaten Buton Utara (Butur), akan dikembangkan menjadi kawasan wisata andalan guna menarik arus wisatawan ke daerah tersebut. Hutan bakau, dapat memberikan nilai ekonomi kepada masyarakat sekitarnya. Disamping juga memberi manfaat ekologis seperti mencegah abrasi, meminimalisasikan dampak gelombang pasang, dan terpenting adalah dapat membantu mengurangi pemanasan global. Kawasan hutan bakau yang berada di dua kecamatan yakni di Teluk Kulisusu Dalam dan wilayah Buranga pusat ibukota kabupaten, kini dalam tahap desain penetapan wilayah sekaligus akan mengubah kabupaten itu sebagai pusat kawasan budi daya laut “marine culture estate”. Program budi daya laut dimaksudkan agar bakau yang ada di kawasan itu tetap terjaga kelestariannya dengan memadukan program diversifikasi untuk pengembangan kepiting bakau, keramba apung tikus dan budidaya rumput laut (agar-agar).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar